Bagus Kurniawan - detikNews
Yogyakarta - Tidak hanya buku "Membongkar Gurita Cikeas" saja yang ditolak sejumlah toko buku. Buku tandingan "Cikeas Menjawab" karya Garda Maeswara pun pernah juga ditolak toko buku besar untuk memasarkannya.
"Kami menyayangkan bila buku tersebut ditolak oleh sejumlah toko buku besar," kata Manajer Pemasaran Mediapressindo, Indra Gunawan kepada detikcom, Jumat (8/1/2010).
Indra mengatakan buku Cikeas Menjawab yang baru dilaunching pada hari Kamis kemarin, oleh Toko Buku (TB) Gramedia sempat ditolak. Alasannya pihak mereka menolak untuk memasarkan buku yang bertema Cikeas.
"Hal itu sudah kami tanyakan langsung kepada Gramedia pusat, alasannya itu, yang berbau Cikeas untuk sementara ditolak," ungkap Acong panggilan akrabnya.
Meski ditolak kata dia, manajemen Mediapressindo akan memasarkan melalui jaringan toko buku lainnya seperti Toko Buku Gunung Agung atau jaringan lainnya. Selain itu buku setebal 172 halaman karya alumni Jurusan Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu akan dipasarkan melalui toko-toko buku tradisional yang tersebar di seluruh Indonesia.
"Kami akan memakai jaringan toko buku tradisional bila memang jaringan toko buku besar tidak bersedia memasarkan," katanya.
Menurut Acong, pihaknya saat juga sudah siap mengantisipasi bila buku tersebut dibajak oleh orang lain. Sebanyak 3.800 eksemplar telah dicetak pertama dan didistribusikan di Jakarta dan Yogyakarta dan kota-kota besar di Pulau Jawa.
"Saat ini kami sudah siap mencetak edisi kedua sebanyak 6.000 eksemplar, bila permintaan meningkat sekaligus mengantisipasi pembajakan," pungkas dia.
Namun saat ini pihak Gramedia mengaku bersedia menjual buku itu. Toko buku terbesar di Yogyakarta itu siap menjualnya hinga di atas 8 ribu eksemplar.
sumber:www.detiknews.com
Jumat, 08 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar