Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Jumat, 08 Januari 2010

Cadangan Devisa Dongkrak Rupiah


Ahmad Munjin

(inilah.com /Agung Rajasa)

INILAH.COM, Jakarta – Keceriaan di bursa saham, berlanjut ke pasar valas, sehingga rupiah dapat berakhir menguat di pekan pertama 2010. Salah satu pemicunya adalah rekor tertinggi cadangan devisa di posisi US$66,1 miliar.

Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (8/1) menguat 20 poin (0,216%) terhadap dolar AS menjadi 9.210/9.220, ketimbang posisi kemarin di level 9.230/9.240. Berdasarkan data Bloomberg pukul 17.00 WIB rupiah ditransaksikan menguat 15 poin (0,16%) menjadi 9.220 per dolar AS.

Ariston Tjendra, analis valuta asing dari Monex Investindo Futures mengatakan, sepanjang perdagangan, rupiah sempat menguat ke level 9.200, menyusul beberapa sentimen positif di pasar valas. Namun, rupiah sempat tertekan ke level 9.340, ”Hingga mata uang lokal ini ditutup di 9.210/9.220 per dolar AS” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (8/1).

Penguatan rupiah hari ini dipicu posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2009 yang mencapai rekor tertinggi dalam sejarah. Akhir tahun lalu, devisa RI tercatat sebesar US$66,1 miliar atau setara dengan 6,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. “Inilah salah satu faktor yang mempengaruhi penguatan rupiah,” ujarnya.

Selain itu, sentimen positif lain juga berasal dari derasnya aliran capital inflow ke pasar domestik. Menurutnya, hot money membanjiri bursa saham dan pasar surat utang. “Akibatnya, terjadi peningkatan secara drastis di kedua instrumen investasi tersebut,” ujarnya.

Sementara faktor eksternal dinilai tidak terlalu berpengaruh pada pergerakan rupiah. Pasalnya, dolar AS hari ini ditransaksikan variatif terhadap mata uang utama. Hal ini terjadi sejak awal 2010. “Dolar AS selalu ditutup dalam posisi datar, dibandingkan hari sebelumnya,” paparnya.

Untuk hari ini, terhadap pounsdterling, dolar AS ditransaksikan melemah di level US$1,6020. Begitu juga terhadap mata uang gabungan negara-negara Eropa (euro), dimana dolar melemah ke level US$1,4330 per euro.

Pelemahan ini dipicu data non-farm payroll Desember 2009 yang akan dirilis nanti malam. Data ini diekspektasikan minusnya berkurang menjadi 8000 dibandingkan November lalu di level minus 11.000. “Tapi, data aslinya akan dirilis pukul setengah sembilan malam ini,” imbuhnya.

Namun, dolar AS masin menguat terhadap yen Jepang, terutama dipicu pernyataan Menteri Keuangan Jepang yang menginginkan berlanjutnya penguatan dolar AS dan pelemahan yen Jepang. “Tujuannya adalah agar barang-barang mereka di pasar ekspor bisa kompetitif,” pungkasnya.

Nilai tukar rupiah sore ini terpantau ditransaksikan di level 8.472 terhadap dolar Australia, di angka 13.228 terhadap mata uang gabungan negara-negara Eropa (euro), dan di posisi 6.611 terhadap dolar Singapura.

Sementara itu, mata uang kawasan mendominasi penguatan terhadap dolar AS. Hanya lima mata uang yang melemah. Dolar Taiwan turun 0,009% menjadi 31.873, rupee India koreksi 0,16% ke level 45.752, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,14% ke angka 3.376, baht Thailand tertekan 0,03% ke posisi 33.155, dan dolar Hong Kong melandai 0,002% terhadap dolar AS menjadi 7.755.

Selebihnya, mata uang kawasan menguat. Yen Jepang naik 0,53% ke level 92.870, dolar Australia terangkat 0,12% ke angka 0.916, dolar New Zealand terapresiasi 0,01% ke posisi 0.731, dolar Singapura terdongkrak 0,04% menjadi 1.398, won Korsel menanjak 0,40% ke level 1.130, peso Filipina menggeliat 0,04% ke angka 45.810 dan yuan China siuman 0,0001% ke posisi 6.827 per dolar AS. [ast/mdr]

sumber: inilah.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar