Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Jumat, 08 Januari 2010

Prediksi IHSG Akumulasi Tambang & Semen

Natascha & Vina Ramitha

(inilah.com /Agung Rajasa)

INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat (8/1) diperkirakan rebound. Saham-saham pilihan adalah ADRO, ITMG, INTP dan SMCB. Namun, BMRI masih harus diwaspadai.

Analis Bakti Sekuritas Reza Nugraha memprediksikan, IHSG hari ini berpotensi rebound. Hal ini dipicu maraknya aksi beli investor asing sejak tiga hari pertama pembukaan. “Namun , kenaikan itu akan terbatas akibat masih berlanjutnya aksi profit taking,” ujarnya kepada INILAH.COM.

Penguatan IHSG kemarin, lanjutnya, merupakan perwujudan profit taking investor, mengingat indeks sejak awal tahun ini sudah menguat pesat. Pasar pun dinilai tak perlu khawatir atas koreksi IHSG, mengingat aksi beli investor asing. “Ini berarti, bursa masih akan terus menguat,” katanya.

Menurutnya, asing masih overweight di pasar Indonesia. Hal ini disinyalir karena ada peralihan portfolio asing dari Thailand ke Indonesia, terutama mengingat besarnya capital outflow pada Desember 2009. “Pasalnya, pada Desember kemarin itu pulalah terjadi transaksi asing tertinggi di pasar modal domestik,” paparnya.

Price Earning Ratio (PER) IHSG yang sudah tinggi, juga dinilai tidak mengurangi minat investor asing pada pasar Indonesia. Sebab pasar berekspektasi, pendapatan dan laba bersih korporat pada 2010 akan meningkat, seiring meredanya krisis ekonomi.

Reza pun menyarankan investor lokal mengikuti langkah overweight asing, yang kini mulai menyusun protfolio dengan membeli saham pertambangan Asia. Sektor ini sedang naik karena melonjaknya harga minyak yang dipicu pertumbuhan ekonomi serta musim dingin di AS dan Eropa yang sedang parah membuat cadangan energi menepis. “Mereka (investor lokal) seharusnya mengikuti langkah asing, dengan mulai mengakumulasi saham-saham pertambangan,” ulasnya.

Saham pertambangan batubara yang disarankan adalah PT Adaro Energy (ADRO) dan PT Indo Tambangraya Megah (ITMG). “Saham batubara menjadi pilihan, karena tingginya kebutuhan emas hitam itu, terutama China yang saat ini mengalami musim dingin parah,” ujarnya.

Saham lain yang menjadi pilihannya berasal dari sektor semen, seperti PT Holcim Indonesia (SMCB) dan Indocement Tunggal Prakasa (INTP). “Ada kemungkinan saham ini akan naik,” katanya.

Kendati demikian, lanjutnya, rally indeks akan sedikit terhambat aksi ambil untung di sektor sektor perbankan. Hal ini dipicu rencana divestasi PT Bank Mandiri (BMRI). Investor berspekulasi, apakah yang terjadi IPO kedua (second offering) atau right issue. “Manajemen BMRI belum mengkonfirmasi hal ini. namun, investor sudah menduga, jangan-jangan akan terjadi right issue.

Selain itu, sentimen negatif di sektor perbankan juga terjadi, menyusul aktivitas sejumlah bank yang sedang melakukan peningkatan modal dengan menerbitkan saham baru (rights issue). “Hal ini biasanya memberikan sedikit tekanan pada harga saham bank, karena akan dimanfaatkan investor untuk realisasi keuntungan,” tambahnya.

Pada perdagangan Kamis (7/1), IHSG ditutup melemah 16,402 poin (0,64%) ke level 2.586,895. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) cukup ramai, dimana volume transaksi 4,887 miliar lembar saham, senilai Rp 4,013 triliun dan frekuensi 88.921 kali. Sebanyak 73 saham naik, 110 saham turun dan 72 saham stagnan.

Beberapa emiten yang melemah kemarin antara lain PT Astra International (ASII) turun Rp1.100 ke posisi Rp34.200, PT Delta Djakarta (DLTA) melemah Rp900 ke posisi Rp62.100, PT Gudang Garam (GGRM) merosot Rp400 ke Rp20.900, dan PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun Rp400 ke posisi Rp32.600.

Demikian pula saham PT Multi Bintang (MLBI) yang turun Rp300 ke Rp176.700, PT Bayan Resources (BYAN) melemah Rp250 ke Rp5.550, dan PT United Tractors (UNTR) terkoreksi Rp200 menjadi Rp15.850 per lembar.

PT Bumi Resources (BUMI) mengalami pelemahan dengan turun Rp50 (1,8%) ke level Rp2.700. Pelemahan saham BUMI menyeret turun emiten grup Bakrie lainnya, seperti PT Bakrieland Development (ELTY) yang turun 2,2% ke level Rp220, PT Dharma Henwa (DEWA) turun 4,4% ke RpRp130. Sedangkan PT Bakrie & Brothers (BNBR) terpantau stagnan di Rp89, demikian juga PT Bakrie Sumatra (UNSP) yang tidak bergerak di Rp640.

Sedangkan emiten-emiten yang menguat antara lain PT Astra Agro (AALI) naik Rp950 ke Rp25.050, PT Lonsum (LSIP) menguat Rp500 ke Rp9.200, PT Sinar Mas Agri Resources (SMAR) naik Rp200 ke Rp2.900, PT Indocement (INTP) menguat Rp200 ke level Rp14.400, PT Sampoerna Agro (SGRO) naik Rp150 ke Rp2.975, dan PT Hexindo (HEXA) naik Rp100 ke Rp3.425. [ast/mdr]


sumber: inilah.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar